jika hadirku kian menyiksamu, lepaskan jika kedatanganku meberatkanmu, singkirkan jika eksistensiku kian terabaikan, patahkan jangan, jangan kamu paksakan tapi aku masih ingin berjuang boleh beri aku kesempatan? bukan untuk menyalahkan, bukan juga mencari pembelaan tapi hadirmu begitu besar artinya untukku, hidupku, dan semangatku maaf, kalimat terakhirku terkesan egois, ya?
Lebih dari sekedar aksara, begitu Shafira memaknainya