sekuat apapun aku memaksa kamu pulang, aku ngga akan bisa, karna rumahmu memang bukan di sini. sejak awal, aku yang salah membaca tentang kamu, aku kira, kamu sepakat untuk membangun cerita bersama, ternyata, belum sempat kita menorehkan bahagia, kamu memilih untuk menciptakan bahagiamu sendiri berjuang samasama, itu yang kamu katakan padaku di awal masa masa kita jatuh cinta, nyatanya, berjuang bersama bukan yang kamu pilih pada akhir cerita kita. kamu tidak mengizinkan diri kamu untuk hadirnya aku, untuk berjuang bersamaku, kamu memilih melepasku yang memang sebenarnya tidak kamu ikat dengan utuh. salahku terlalu percaya dengan semua yang kamu katakan, maklum, namanya juga jatuh cinta, tapi aku belajar bahwa kita tidak boleh terlalu percaya, salahku, terlalu yakin bahwa kamu jawaban atas doaku, ternyata, kamu hanya ujian yang harus aku lewati dulu sebelum aku mendapat hasil terbaikku. terima kasih ya? untuk semua yang hampir kita ciptakan bersama, tapi nyata...
Lebih dari sekedar aksara, begitu Shafira memaknainya