terlalu banyak kehilangan yang dirasakan manusia saat ini. kehilangan pekerjaan, kehilangan orang yang yang dicintai, kehilangan tempat tinggal, pun kehilangan kepercayaan. Tidakkah kehilangan itu adalah sebuah kepastian? aku pernah merasakan kehilangan, pasti. tapi, aku tau tingkat sedih yang kita hadapi berbeda. aku pernah hampir gila karena merasa kehilangan seseorang. tapi aku selalu percaya, apapun bentuk kesedihan yang dihadapi, semua sementara. aku sempat merasa menjadi tempat singgah seseorang yang salah mengartikan definisi rumah. sampai akhirnya, aku kembali menemukan rumahku sendiri, tanpa banyak usaha, tanpa banyak cara, aku percaya bahwa, dia, memang rumah. ketika aku memutuskan untuk kembali, aku tau apa yang akan aku hadapi, tapi saat ini, aku bukan aku yang sama seperti 8 tahun lalu saat memilih untuk pergi. aku kembali, kepada dia yang aku percaya bisa membawaku melihat luasnya dunia dan menuliskan kembali cerita kita yang sempat tertunda. aku siap melangkah membawa di...
sekuat apapun aku memaksa kamu pulang, aku ngga akan bisa, karna rumahmu memang bukan di sini. sejak awal, aku yang salah membaca tentang kamu, aku kira, kamu sepakat untuk membangun cerita bersama, ternyata, belum sempat kita menorehkan bahagia, kamu memilih untuk menciptakan bahagiamu sendiri berjuang samasama, itu yang kamu katakan padaku di awal masa masa kita jatuh cinta, nyatanya, berjuang bersama bukan yang kamu pilih pada akhir cerita kita. kamu tidak mengizinkan diri kamu untuk hadirnya aku, untuk berjuang bersamaku, kamu memilih melepasku yang memang sebenarnya tidak kamu ikat dengan utuh. salahku terlalu percaya dengan semua yang kamu katakan, maklum, namanya juga jatuh cinta, tapi aku belajar bahwa kita tidak boleh terlalu percaya, salahku, terlalu yakin bahwa kamu jawaban atas doaku, ternyata, kamu hanya ujian yang harus aku lewati dulu sebelum aku mendapat hasil terbaikku. terima kasih ya? untuk semua yang hampir kita ciptakan bersama, tapi nyata...