Skip to main content

Posts

kembali

terlalu banyak kehilangan yang dirasakan manusia saat ini. kehilangan pekerjaan, kehilangan orang yang yang dicintai, kehilangan tempat tinggal, pun kehilangan kepercayaan. Tidakkah kehilangan itu adalah sebuah kepastian? aku pernah merasakan kehilangan, pasti. tapi, aku tau tingkat sedih yang kita hadapi berbeda. aku pernah hampir gila karena merasa kehilangan seseorang. tapi aku selalu percaya, apapun bentuk kesedihan yang dihadapi, semua sementara. aku sempat merasa menjadi tempat singgah seseorang yang salah mengartikan definisi rumah. sampai akhirnya, aku kembali menemukan rumahku sendiri, tanpa banyak usaha, tanpa banyak cara, aku percaya bahwa, dia, memang rumah. ketika aku memutuskan untuk kembali, aku tau apa yang akan aku hadapi, tapi saat ini, aku bukan aku yang sama seperti 8 tahun lalu saat memilih untuk pergi. aku kembali, kepada dia yang aku percaya bisa membawaku melihat luasnya dunia dan menuliskan kembali cerita kita yang sempat tertunda. aku siap melangkah membawa di...
Recent posts

a letter

sekuat apapun aku memaksa kamu pulang, aku ngga akan bisa, karna rumahmu memang bukan di sini. sejak awal, aku yang salah membaca tentang kamu, aku kira, kamu sepakat untuk membangun cerita bersama, ternyata, belum sempat kita menorehkan bahagia, kamu memilih untuk menciptakan bahagiamu sendiri berjuang samasama, itu yang kamu katakan padaku di awal masa masa kita jatuh cinta, nyatanya, berjuang bersama bukan yang kamu pilih pada akhir cerita kita.  kamu tidak mengizinkan diri kamu untuk hadirnya aku, untuk berjuang bersamaku, kamu memilih melepasku yang memang sebenarnya tidak kamu ikat dengan utuh. salahku terlalu percaya dengan semua yang kamu katakan, maklum, namanya juga jatuh cinta, tapi aku belajar bahwa kita tidak boleh terlalu percaya, salahku, terlalu yakin bahwa kamu jawaban atas doaku, ternyata, kamu hanya ujian yang harus aku lewati dulu sebelum aku mendapat hasil terbaikku. terima kasih ya? untuk semua yang hampir kita ciptakan bersama, tapi nyata...

egois, ya?

jika hadirku kian menyiksamu, lepaskan jika kedatanganku meberatkanmu, singkirkan jika eksistensiku kian terabaikan, patahkan jangan, jangan kamu paksakan tapi aku masih ingin berjuang boleh beri aku kesempatan? bukan untuk menyalahkan, bukan juga mencari pembelaan tapi hadirmu begitu besar artinya untukku, hidupku, dan semangatku maaf, kalimat terakhirku terkesan egois, ya?

pernah

Pernah jadi bagian penting dalam hidupmu pernah jadi saksi berjuangmu pernah menyanyangimu sedalam itu tapi aku sebatas itu aku sebatas pernah, yang bukan menjadi masih aku belum sempat menyentuh lubuk terdalammu aku belum sempat melihat siapa yang benar-benar ada dalam hatimu tapi dulu, kita menyatu, bersenyawa tapi, kita sebatas itu dan sekarang, kita sebatas kamu dan aku kembali menjadi dua orang yang berjuang sendiri, tanpa perlu disaksikan seorang kecuali semesta

Kamu hiidup untuk apa, sih?

jadi, hidup hanya sekali, atau mati yang hanya sekali? Menurut saya, mati yang hanya sekali. hidup, setiap hari, selagi kita masih diberi kesempatan oleh Sang Empunya Kuasa. Lantas bagaimana kita, sebagai anak Adam, memaknai arti kehidupan? Di dalam kehidupan, banyak sekali pertanyaan saya, bisa jadi gila saya mencari jawabannya. Pertanyaan sesederhana "Apa tujuan saya menjalani kehidupan?" sukses? masuk surga? bahagiain orang tua? ada lagi yang lain? Lalu, definisi sukses itu bagaimana? apa kesuksesan hanya diukur dari materi? saya rasa, lebih dari itu. Sukses, bahagia, menurut saya, merupakan rasa yang datang dari hati. Hidup bukan cuma perkara bahagia, nelangsa, atau sebangsanya Hidup bukan cuma perkara cinta, kasih sayang, dan teman-temannya Kita bagaikan nahkoda yang sedang berada ditengah lautan, kita yang punya kuasa atas kapal yang sedang kita jalankan. Pun sama halnya dengan kehidupan, kita yang punya kuasa atas apa yang akan kita lakukan dalam hi...

sabdaku

Kita pernah berada dalam satu harmoni menceritakan semua mimpi-mimpi hiruk pikuk jalanan Jakarta menjadi saksi kita pernah sedekat nadi mungkin aku terlalu terlena dan sombong terhadap semesta aku lupa, bahwa yang indah bisa saja sirna sudikah kau menjemput rindu yang aku simpan? atau pantaskah aku menyimpan rindu untukmu? ku sebut namamu dalam doa semesta dan isinya pasti mendengar rintik hujan membantu menyempurnakan rasaku yang terlalu dalam untukmu

seperkawanan

Bukan maksutku untuk menganggu hidup mu.... Bukan pula maksutku untuk menjadi bagian dalam cerita hidup mu Seiring dengan hembusan angin di senja hari yang menafsirkan kedamaian, izinkan aku untuk memberikanmu sang pamit bukan, bukan selamat tinggal, hanya sampai jumpa sampai jumpa... semoga kita sampai pada titik dimana kita bisa berjumpa dengan keadaan hati yang biasa saja kamu yang sempat aku semogakan, memang tidak ditakdirkan untuk dikabulkan tidak peduli berapa banyak amin yang aku lantunkan, jika Tuhan tidak menghendaki, aku bisa apa? tapi, aku rasa kita sudah waktunya untuk melawan perasaan dan mencoba untuk berkawan