Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2015

Bukan terlena, tapi terlanjur, bisa apa?

Seperti berdayung diair keruh Seperti terbang diawan mendung Tak bisakah kau merasakan dua hal secara bersamaan itu? Kau tau kau bahagia bagaimana tidak, kau terbang dan berlayar Menimati heningnya dunia kau bersombong pada semesta seolah kau penguasa Namun disaat yang sama, disaat kau bahagua Kau tau, ada yang menahanmu agar kau tidak bahagia Berdayung diair keruh, sulit. Tapi kau suka, akupun juga Terbang diawan mendung. Kau melayang, namun au tau, jalan kau tak semulus itu lantas, siapkah kau tenggelam? Atau bahkan, terjatuh? Jangan terlalu terlena... Semua kebahagiaan, pasti akan habis juga Siapkan dirimu Siapkan hatimu Sakit, memang konsekuensi dari cinta Cinta memang pandai bersembunyi Dibalik airmata sekalipun

Sudah biasa?

Terlalu cepat untuk menyimpulkan, rasanya belum pantas untuk membuat kesimpulan sekarang. tapi, patutkah aku menyimpulkan - kapan pun itu - ? Jangan membuat aku bertanya terlalu banyak. Walaupun, nyatanya, memang banyak, sih. Tapi, tak perlulah kau tau. Karna, aku juga tidak bermaksud bertanya. Sudah ya, aku mau mulai berfikir dulu. Lanjutkan saja dulu urusanmu. Aku mah, gampang. sudah biasa

bukan tentang senja, hanya, sedikit, bolehkan?

Tidak perlu kata yang harus diucap Tidak perlu pula menekankan apa yang mau kau maksudkan Aku hanya belum siap untuk mengetahui kemungkinan terburuk yang mungkin akan kudengar Siapkah aku? belum tentu, aku tidak sesiap itu Tapi, taukah kamu arti penasaran? Hanya, terkadang, menjadi tidak tau itu menenangkan Walaupun kadang, suka kepikiran juga. Aku bagai menunggu senja dipagi hari. Lama sekali datangnya Senja selalu indah, walaupun hanya numpang lewat Tapi, suka dinikmati beberapa orang, termasuk aku Senja, bisakah kau datang lebih lama?