Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2017

potretmu sangat mengganggu, deh.

Ketika memutuskan untuk mencoba menyembuhkan luka sendiri, yang aku lakukan adalah justru berpura-pura. Berpura-pura biasa saja Berpura-pura bahagia Berpura-pura tidak apa-apa Semua serba pura-pura Tapi, kepura-puraan membawaku menuju kesebuah kebiasaan. Bukan, bukan terbiasa berpura-pura, melainkan, aku sudah biasa untuk biasa saja, bahagia, tidak apa-apa, tanpa harus lagi berpura-pura. Dan ketika aku rasa aku sudah biasa saja terhadap kamu, lantas, mengapa melihat potretmu, masih suka menggetarkan hatiku?

bahagialah kamu

Terlalu banyak yang mengganggu pikiranku selama beberapa waktu belakangan ini. Membuat jemari lupa untuk menyentuh keyboard laptop untuk sekedar bercerita. Ingin sejenak aku pergi, menikmati deru angin, sendiri. Bertanya kepada semesta, apakah ia turut bertanggung jawab atas apa yang sedang aku alami saat ini? Cerita terakhirku menunjukkan betapa bahagianya aku saat itu, saat aku masih memilikimu, saat bahagiaku adalah kamu. Tapi ternyata, keadaan tidak memihak pada kebahagianku yang aku definisikan sebagai kamu. Kamu, yang selalu kusebut dalam doaku, memilih mencari kebahagianmu sendiri. Tanpa aku, yang katamu, telah menyakiti hatimu. Putus cinta, rasanya masih sama. sakit ya? hehe. hehe. Aku tidak butuh seseorang untuk membantuku menyembuhkan luka ini. Akan jauh lebih baik jika aku berusaha menyembuhkan lukaku sendiri. Tidak sopan rasanya menyuruh orang lain bertanggung jawab atas lukaku yang dibuat oleh kamu. Lebih baik, ketika aku sudah benar-benar baik, baru aku mencoba me...