Ketika memutuskan untuk mencoba menyembuhkan luka sendiri, yang aku lakukan adalah justru berpura-pura.
Berpura-pura biasa saja
Berpura-pura bahagia
Berpura-pura tidak apa-apa
Semua serba pura-pura
Tapi, kepura-puraan membawaku menuju kesebuah kebiasaan.
Bukan, bukan terbiasa berpura-pura, melainkan, aku sudah biasa untuk biasa saja, bahagia, tidak apa-apa, tanpa harus lagi berpura-pura.
Dan ketika aku rasa aku sudah biasa saja terhadap kamu, lantas, mengapa melihat potretmu, masih suka menggetarkan hatiku?
Comments