Skip to main content

i don't know

hey guys! how are you? i hope you nice same lie me:)


oke i wanna tell u about hmm so many deh.....


oke first, penempatan kelas gue dapet KELAS E!!!! HOOO i'm a stupid girl, really? of course! and you know what??? me and siti to be classmate (again) ya you knowkan she's my chairmate sience second grade till now! hahaha loveher banget <3

hm second, apayaaaaa hm hm OHIYA tadi gue ketemu someone gitu he makes me happy:) wery happy guys! cant forget today deh pokoknya.


hem third, maybr its sad story:( tanggal 29Maret gue bakalan ketemu sama yang namanya UAN! dan lo taukan seremnya kaya apa? lebih serem dari setan belao *lebe pokoknya gue stres sama uan. api, GUE YAKIN GUE BISA LULUS TERUS MASUK 34 AMIN!!! tapi....... kalo bentar lagi UAN berarti ngga lama lagi gue juga bakalan pisah sama ralvalicious:'''''( gue ngga tau apa jadinya gue tanpa mereka. mereka selalu ada di sampung gue anytime! mereka ngerti semua tentang gue, mereka bisa bikin gue senyum di saat gue down banget, mereka bisa nerima apa adanya gue banget. they're perfect friends you know!
gue belom siap nerima ini semua, tapi semua itu bakalan terjadi. banyaaaaaaakkkk banget kenangan gue sama rlvc yang ngga akan bisa gue lupain, forever!
oke gue tau gue bakalan nemu new firends nanti, tapi apa akan sebaik dan seasik rlvc?????


ya ngga bakalan selesai kalo gue nyeritain tentang rlvc karena banyak banet ceritanya. yang jelas I REALLY REALLY LOVE THEM!!!!


oke guys, stop till here, i want to do my kartul byeeeeee

Comments

Popular posts from this blog

pernah

Pernah jadi bagian penting dalam hidupmu pernah jadi saksi berjuangmu pernah menyanyangimu sedalam itu tapi aku sebatas itu aku sebatas pernah, yang bukan menjadi masih aku belum sempat menyentuh lubuk terdalammu aku belum sempat melihat siapa yang benar-benar ada dalam hatimu tapi dulu, kita menyatu, bersenyawa tapi, kita sebatas itu dan sekarang, kita sebatas kamu dan aku kembali menjadi dua orang yang berjuang sendiri, tanpa perlu disaksikan seorang kecuali semesta

sabdaku

Kita pernah berada dalam satu harmoni menceritakan semua mimpi-mimpi hiruk pikuk jalanan Jakarta menjadi saksi kita pernah sedekat nadi mungkin aku terlalu terlena dan sombong terhadap semesta aku lupa, bahwa yang indah bisa saja sirna sudikah kau menjemput rindu yang aku simpan? atau pantaskah aku menyimpan rindu untukmu? ku sebut namamu dalam doa semesta dan isinya pasti mendengar rintik hujan membantu menyempurnakan rasaku yang terlalu dalam untukmu

potretmu sangat mengganggu, deh.

Ketika memutuskan untuk mencoba menyembuhkan luka sendiri, yang aku lakukan adalah justru berpura-pura. Berpura-pura biasa saja Berpura-pura bahagia Berpura-pura tidak apa-apa Semua serba pura-pura Tapi, kepura-puraan membawaku menuju kesebuah kebiasaan. Bukan, bukan terbiasa berpura-pura, melainkan, aku sudah biasa untuk biasa saja, bahagia, tidak apa-apa, tanpa harus lagi berpura-pura. Dan ketika aku rasa aku sudah biasa saja terhadap kamu, lantas, mengapa melihat potretmu, masih suka menggetarkan hatiku?