Skip to main content

Agit Napal Agit Saleb!

Agit Napal Agit Saleb = Tiga Lapan Tiga Belas = 38 2013!


sekarang gue kelas 11 atau 2 SMA, dan mungkin bener apa kata orang-orang kalo dikelas 2 ini lo bakal ngerasain SMA yang sesungguhnya. yap. i felt it. gue bener2 ngerasain yang namanya kebersamaan, solidaritas, friendship. but it doesn't mean kalo kelas 1 gue ngga berkesan. mungkin kelas 1 gue lebih merasa terkesan dengan kelas gue, tapi dikelas 2 ini gue terkesan sama angkatan gue, 2013. gue terkesan sama semua yang ada diangkatan ini. kalian, heroes 2013 udah berhasil ngisi hari-hari gue jadi lebih berwarna.. cie-_- kebersamaan kita dari mulai classmeet, bukber, konvoi, dufan, blok s, daaan semuanya!!!! ketawa bareng kalian bener2 ngisi hidup gue, dan tanpa kalian bener-bener bukan hidup gue.

guys, thankyou for filled my day with your jokes. i really love to laugh with you all....


Comments

Popular posts from this blog

pernah

Pernah jadi bagian penting dalam hidupmu pernah jadi saksi berjuangmu pernah menyanyangimu sedalam itu tapi aku sebatas itu aku sebatas pernah, yang bukan menjadi masih aku belum sempat menyentuh lubuk terdalammu aku belum sempat melihat siapa yang benar-benar ada dalam hatimu tapi dulu, kita menyatu, bersenyawa tapi, kita sebatas itu dan sekarang, kita sebatas kamu dan aku kembali menjadi dua orang yang berjuang sendiri, tanpa perlu disaksikan seorang kecuali semesta

sabdaku

Kita pernah berada dalam satu harmoni menceritakan semua mimpi-mimpi hiruk pikuk jalanan Jakarta menjadi saksi kita pernah sedekat nadi mungkin aku terlalu terlena dan sombong terhadap semesta aku lupa, bahwa yang indah bisa saja sirna sudikah kau menjemput rindu yang aku simpan? atau pantaskah aku menyimpan rindu untukmu? ku sebut namamu dalam doa semesta dan isinya pasti mendengar rintik hujan membantu menyempurnakan rasaku yang terlalu dalam untukmu

potretmu sangat mengganggu, deh.

Ketika memutuskan untuk mencoba menyembuhkan luka sendiri, yang aku lakukan adalah justru berpura-pura. Berpura-pura biasa saja Berpura-pura bahagia Berpura-pura tidak apa-apa Semua serba pura-pura Tapi, kepura-puraan membawaku menuju kesebuah kebiasaan. Bukan, bukan terbiasa berpura-pura, melainkan, aku sudah biasa untuk biasa saja, bahagia, tidak apa-apa, tanpa harus lagi berpura-pura. Dan ketika aku rasa aku sudah biasa saja terhadap kamu, lantas, mengapa melihat potretmu, masih suka menggetarkan hatiku?