Lingkaran pertemanan di setiap perjalanan hidup seorang anak manusia memang akan selalu bertambah besar. Pun yang aku rasakan hampir di setiap saat. Berkenalan dengan individu baru, bahkan yang kita tidak sangka-sangka akan menjadi seorang teman.
Kecanggihan teknologi saat ini (re: sosial media) membuat pertambahan lingkaran pertemanan tersebut menjadi lebih mudah untuk bertambah. Banyak dari mereka yang memanggil individu lain dengan sebutan "teman" hanya karna berteman di platform sosial media.
Tidak aku pungkiri, bahwa pertemananku memiliki taste yang berbeda dengan pertemananmu. Seru menurutku, belun tentu seru menurutmu, kan? Bisa dikatakan, aku memiliki lebih dari 1 lingkaran pertemanan. Masing-masing dari mereka memiliki cara bermain yang berbeda. Ada yang hanya suka pergi ke mall untuk sekedar melihat2 atau duduk2 cantik, ada yang selalu memberiku nasihat2 agama, bahkan, ada pula yang suka dengan kehidupan malam. Aku, menyesuaikan sedang berada dalam lingkaran yang mana.
Yang membuatku saat ini berfikir sehingga memutuskan untuk berbagi kepada kalian adalah, apakah semua lingkaran pertemanan sempit kalian bisa dikatakan sebagai sahabat? Menurutku, tidak. Sekali lagi, ini menurutku, aku tidak memaksa atau menyetir kalian untuk berfikiran sama, ya.
Memang, dia yang aku anggap sahabat bukan berarti dia yang nengenalku paling lama. Tidak. Ada beberapa orang yang sudah aku anggap sahabat padahal kita belum genap 2 tahun kenal satu sama lain. Tapi, aku tidak memungkiri, bahwa, dia yang paling lama berteman denganku adalah dia yang lebih mengenal celah-celah dalam diriku.
Aku percaya, tidak ada sahabat yang tidak ingin memberikan kebahagiaan untuk sahabatnya. Mereka pasti berusaha. Tapi, jika pada akhirnya usaha tersebut hanya untuk formalitas dan bukan krn mereka memang niat membuat bahagia, bagainana?
Semakin aku dewasa, semakin aku mengerti, bahwa sahabat tidak akan pernah meninggalkan, walaupun tau sifat paling buruk sahabatnya. Dan mereka yang aku anggap -awalnya- sahabat, ternyata hanya lingkaran kecil pertemananku.
Satu lagi jenis pertemananku yang tertinggal, mereka yang memanggilku hanya karna butuh bantuanku.
Kecanggihan teknologi saat ini (re: sosial media) membuat pertambahan lingkaran pertemanan tersebut menjadi lebih mudah untuk bertambah. Banyak dari mereka yang memanggil individu lain dengan sebutan "teman" hanya karna berteman di platform sosial media.
Tidak aku pungkiri, bahwa pertemananku memiliki taste yang berbeda dengan pertemananmu. Seru menurutku, belun tentu seru menurutmu, kan? Bisa dikatakan, aku memiliki lebih dari 1 lingkaran pertemanan. Masing-masing dari mereka memiliki cara bermain yang berbeda. Ada yang hanya suka pergi ke mall untuk sekedar melihat2 atau duduk2 cantik, ada yang selalu memberiku nasihat2 agama, bahkan, ada pula yang suka dengan kehidupan malam. Aku, menyesuaikan sedang berada dalam lingkaran yang mana.
Yang membuatku saat ini berfikir sehingga memutuskan untuk berbagi kepada kalian adalah, apakah semua lingkaran pertemanan sempit kalian bisa dikatakan sebagai sahabat? Menurutku, tidak. Sekali lagi, ini menurutku, aku tidak memaksa atau menyetir kalian untuk berfikiran sama, ya.
Memang, dia yang aku anggap sahabat bukan berarti dia yang nengenalku paling lama. Tidak. Ada beberapa orang yang sudah aku anggap sahabat padahal kita belum genap 2 tahun kenal satu sama lain. Tapi, aku tidak memungkiri, bahwa, dia yang paling lama berteman denganku adalah dia yang lebih mengenal celah-celah dalam diriku.
Aku percaya, tidak ada sahabat yang tidak ingin memberikan kebahagiaan untuk sahabatnya. Mereka pasti berusaha. Tapi, jika pada akhirnya usaha tersebut hanya untuk formalitas dan bukan krn mereka memang niat membuat bahagia, bagainana?
Semakin aku dewasa, semakin aku mengerti, bahwa sahabat tidak akan pernah meninggalkan, walaupun tau sifat paling buruk sahabatnya. Dan mereka yang aku anggap -awalnya- sahabat, ternyata hanya lingkaran kecil pertemananku.
Satu lagi jenis pertemananku yang tertinggal, mereka yang memanggilku hanya karna butuh bantuanku.
Comments