derasnya hujan menemani malamku
mempermudah kinerja otakku ketika secara alamiah berfikir tentangmu
terlintas bayangmu, bayangku, bayang kita yang masih menyatu
tidak mau terperangkap lama dalam nostalgia, kemudian aku tau
bahwa semua, telah terpecah tak lagi satu
-sf-
kembali aku terbangun dalam keadaan sendu
semua penuh abu-abu
kehadiranmu
perhatianmu
tutur katamu
yang awalnya membuatku teduh, kini layu
apakah ini sinyal darimu?
agar aku bersiap diri, untuk kembali menjadi debu
-sf-
matahari menyapa
ku balas dengan tawa
kopi pertama di hari Selasa
ku seruput dengan manja
aromanya menyeruak, seolah memberi tanda
bahwa yang pahit, juga bisa membuat bahagia
-sf-
jangan terlalu banyak bertanya, hei Dara
kadang kata sudah tidak bermakna
ketika hati dipenuhi oleh dusta
pergilah saja
bahagiamu, tidak padanya
-sf-
Bukan cuma soal cinta
melainkan juga rasa
ohya, pun dengan asa
sepucuk asa yang berakhir luka
karena kamu, lupa
bahwa mimpi dan cita-cita kita
telah serna
akibat kamu, yang terlalu terlena
-sf-
Comments